setdprd.slemankab.go.id – Komisi VIII DPR RI bersama mitra Komisi yaitu Kementerian Sosial RI, Kementerian Agama RI dan BNPB dalam rangka kunjungan kerja Pengawasan dan Penyaluran Bantuan Sosial, Persiapan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Lingkungan Kementerian Agama RI Serta Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di terima langsung oleh Bupati Sleman, Wakil Ketua DPRD Sleman beserta jajarannya di Pendopo Parasamya.
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menyampaikan bahwa kunjungan kerja spesifik unu untuk mendengarkan fakta di lapangan serta masukan atau usulan yang akan dibawa pada rapat kerja bersama Menteri dan kepala badan. “Di sinilah pentingnya peran wakil rakyat bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam menyusun perencanaan program kerja secara sistematis dan merealisasikan tepat sasaran, tepat waktu, tepat guna dan tepat jumlah,” tambah Yandri di sela-sela agenda kunjungan kerja Komisi VIII di Sleman, D.I.Yogyakarta, Kamis (4/11/2021).
Selain itu juga, Komisi VIII DPR RI juga memberikan berbagai dukungan anggaran dalam bentuk dana dekonsentrasi untuk meningkatkan hak-hak dasar masyarakat, seperti kebutuhan pokok, pendidikan dan perlindungan sosial secara bertahap semakin besar memberikan nilai manfaat. Dalam kunjungan tersebut diserahkan sejumlah bantuan yaitu, 5000 masker KF94, dan 5000 masker medis untuk anak-anak, dan 20 dirigen hand sanitizer serta bantuan penanganan korban bencana sebesar Rp 202.466.940 dari DPR dan Kemensos RI, dan bantuan pengembangan usaha graduasi PKH serta Atensi.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam pidatonya menyampaikan, kunjungan ini merupakan suatu kehormatan dan wujud perhatian dari Komisi VIII DPR RI terhadap kinerja dan pelayanan kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh Pemkab Sleman. ”Disamping itu melalui kegiatan ini kita dapat saling berbagi pengalaman dan wawasan tentang pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan yang telah kita laksanakan selama ini” tambahnya.
Bupati Sleman juga menyampaikan terkait penanganan bencana maupun bantuan sosial ”kami sudah lakukan koordinasi dengan instansi terkait yaitu BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Sleman. Sebagai wilayah yang rawan bencana, khususnya Gunung Merapi, BPBD Kabupaten Sleman sudah menyiapkan Early Warning System (EWS) di 16 titik sebagai peringatan dini adanya ancaman bencana. Selain itu Pemkab Sleman juga memiliki Tim Reaksi Cepat, operator Pusdalop, operator EWS dan logistik yang siap 24 jam mempersiapkan penanganan ancaman bencana, terkait dengan vaksinasi, Kabupaten Sleman memiliki jumlah penduduk kurang lebih 1.087.339 jiwa. Kondisi Covid-19 di Kabupaten Sleman saat ini level 2, cakupan vaksin dosis pertama yaitu 87.5%, dosis kedua 75%”, tambahnya. (dent)

