Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Y. Gustan Ganda, S.T., menghadiri pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 yang berpusat di Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Rabu (22/04/2026). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodim 0732/Sleman ini direncanakan berlangsung selama 30 hari hingga 21 Mei 2026.
Dalam peninjauan lokasi, Gustan Ganda menekankan bahwa esensi utama dari TMMD tahun ini adalah “Manunggal”. Menurutnya, program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kekuatan kolektif antara Pemerintah Kabupaten, TNI, Legislatif, dan Rakyat.
“Kata kuncinya hari ini adalah Manunggal. Inilah kekuatan kita. Kita tidak bisa membangun sendiri. Program ini mengingatkan bahwa Sleman tidak bisa berdiri sendiri tanpa sinergi. DPRD berkomitmen penuh karena kami yang mengesahkan anggaran dari program-program eksekutif. Inilah wujud nyata sinergi kami,” ujar Gustan Ganda di hadapan awak media.
Kemandirian Fiskal Sleman di Tengah Pemotongan Pusat
Menariknya, Gustan Ganda mengungkapkan bahwa di saat banyak pimpinan DPRD di seluruh Indonesia mengeluhkan pemotongan Transfer Ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, Kabupaten Sleman justru tetap mampu menjalankan program pembangunan desa secara maksimal.
Hal ini, menurut Gustan, merupakan buah dari strategi matang antara DPRD dan Bupati dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Peningkatan PAD: Sleman berhasil menaikkan PAD sekitar Rp400 miliar sebelum kebijakan pemotongan TKD berlaku.
Solusi Anggaran: Kenaikan ini digunakan untuk menutupi kekurangan dana dari pusat sehingga program kerakyatan seperti TMMD tetap berjalan tanpa hambatan.
Komitmen Pembangunan Berkeadilan
Lebih lanjut, Gustan menjelaskan bahwa DPRD Sleman mendukung penuh langkah Bupati dalam melakukan pemetaan pembangunan desa yang lebih merata. Ia menegaskan bahwa ke depan, tidak boleh ada lagi ketimpangan anggaran antar desa.
“Besok anggaran ke desa akan disamakan dan diratakan. Jika kemarin masih ada ketimpangan, sekarang tidak boleh lagi. Pak Bupati mengusung konsep berkeadilan dalam membangun, dan kami di DPRD memberikan dukungan (support) penuh terhadap visi tersebut,” tegasnya.
Detail Program TMMD Sengkuyung Tahap II 2026
Program yang berlangsung di Sendangrejo ini mencakup dua sasaran utama:
Sasaran Fisik: Fokus pada pembangunan infrastruktur berupa pengerjaan talut dan sarana pendukung mobilitas warga lainnya guna mempercepat konektivitas perdesaan.
Sasaran Nonfisik: Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui berbagai penyuluhan, dengan fokus utama pada penekanan angka stunting di wilayah Kapanewon Minggir.
Melalui TMMD ini, DPRD Kabupaten Sleman berharap akselerasi pembangunan tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat kalurahan.

