MLATI – Sekretariat DPRD Kabupaten Sleman bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan unsur perangkat daerah turut meramaikan Pasar Cebongan melalui program Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR), Jumat (13/2/2026) pagi, pukul 07.30–10.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Sekretaris Daerah Sleman Nomor 0090 Tahun 2026 tentang GEMPAR tertanggal 11 Februari 2026. Dalam edaran tersebut, Sekretariat DPRD, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Kapanewon Mlati dijadwalkan melaksanakan aksi belanja bersama di Pasar Cebongan.
Surat edaran itu juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan BUMD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk menggerakkan ASN maupun non-ASN agar berbelanja di pasar rakyat sesuai jadwal yang telah ditetapkan, mengajak masyarakat berpartisipasi, serta mempublikasikan kegiatan melalui media sosial dengan tagar #Gempar #Pasar #PasarTradisional #SlemanSembada #JogjaIstimewa #Perindag #PerindagSleman.
Denyut Ekonomi Pasar Kembali Menguat
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme ASN, khususnya dari Sekretariat DPRD Sleman, yang membeli berbagai kebutuhan pokok seperti sayur-mayur, telur, cabai, dan bumbu dapur dari lapak para pedagang. Interaksi tawar-menawar berlangsung hangat, menciptakan suasana pasar yang kembali ramai pada jam-jam pagi.
Sejumlah pedagang mengaku merasakan peningkatan transaksi dibandingkan hari biasa. Sejak pagi, pembeli berdatangan sehingga dagangan lebih cepat terjual. Para pedagang berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar perputaran ekonomi di pasar tradisional tetap hidup.
Kehadiran ASN sebagai pembeli dinilai memberikan efek psikologis positif, karena mampu menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat.
Bukan Sekadar Seremonial
GEMPAR ditegaskan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kebijakan konkret untuk menjaga ekosistem pasar rakyat. Dengan kehadiran ASN sebagai pembeli, diharapkan terjadi efek berlipat: meningkatnya kunjungan masyarakat, naiknya omzet pedagang, bergeraknya UMKM, serta terserapnya produk dalam negeri (P3DN).
Pasar Cebongan sendiri memiliki posisi strategis sebagai simpul ekonomi masyarakat Kapanewon Mlati, sehingga perlu terus dirawat dan ditingkatkan daya tariknya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Sleman, Drs. Muhamad Aji Wibowo, M.Si., menegaskan dukungan kelembagaan terhadap program GEMPAR.
“Instruksi Sekda jelas: berbelanja di pasar rakyat, mengajak masyarakat, dan mempublikasikan. Kami patuh karena ini bagian dari upaya P3DN dan penguatan UMKM lokal. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk keberpihakan pada ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar setiap perangkat daerah melakukan evaluasi dampak kegiatan, termasuk memetakan komoditas yang paling laris guna memperkuat rantai pasok lokal.
Secara kebijakan, GEMPAR dirancang untuk menjawab tantangan penurunan trafik pasar tradisional akibat pergeseran perilaku belanja masyarakat. Melalui konsolidasi belanja institusional ASN pada hari tertentu, Pemerintah Kabupaten Sleman menciptakan lonjakan permintaan terencana yang memberi napas baru bagi pedagang pasar rakyat.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, mendukung UMKM, serta memperkuat reputasi pasar tradisional sebagai pusat belanja yang tetap menjadi pilihan utama warga Sleman.
Reporter: Arief Hartanto
KIM Kertomandiri







