Ketua Sementara DPRD Y. Gustan Ganda, S.T. mengunjungi Pasar Condongcatur terkait aduan paguyuban Pasar Condongcatur. Aduan terkait permasalahan pengelolaan sampah di Pasar tersebut. Pedagang merasa keberatan terkait adanya kebijakan kelola sampah secara mandiri. Padahal para pedagang sudah membayar retribusi dan mencakup pengelolaan sampah oleh dinas terkait.
Dalam dialog tersebut, ketua Paguyuban Pedagang Pasar Condongcatur, menyampaikan bahwa para pedagang pasar Condongcatur merasa keberatan terhadap kebijakan yang menyebutkan jika para pedagang harus mengelola sampah mandiri.
Sumaryono ketua paguyuban pasar mengungkapkan, satu bulan terakhir pedagang diminta untuk membawa sampah pulang ke rumah masing-masing. Padahal, para pedagang sudah memenuhi kewajiban membayar retribusi sampah hingga saat ini, sejak sepekan terakir, depo sampah di Pasar Condongcatur juga ditutup dan digembok. Dalam depo yang digembok ini ditempeli berbagai tulisan peringatan yang intinya pedagang tidak boleh membuang sampah di depo.
Menurutnya, dari total 350 pedagang di paguyubannya, semua merasa kebingungan untuk mengelola sampah. Karena mereka yang tidak memiliki lahan maupun ternak dirumahnya. “Saya bingung mengelola sampah, sampah dari pasar sudah saya pilah-pilah organik sama non organik, tapi tidak bisa saya bawa pulang karena tidak ada lahan untuk mengelola sampah mandiri”, ucap salah satu pedagang.
Menyikapi aduan pedagang tersebut, Ketua Sementara DPRD menyampaikan akan segera berkomunikasi dengan dinas terakait, permasalahan tersebut perlu diselesaikan satu per satu“. Semestinya yang sampah pasar biarkan ada di sini (depo), dan bagaimana menyikapi warga dari luar yang membuang di sini. Segera saya akan berkomunikasi dengan dinas terkait dan saya minta Pemkab yang nantinya mengelola sampah tersebut
