dprd.slemankab.go.id – Pemerintah daerah Sleman terus berusaha menekan laju inflasi guna menstabilkan harga pasar. Inflasi merupakan kenaikan harga yang terjadi secara terus-menerus yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tingginya inflasi dapat berdampak pada pendapatan masyarakat yang akan terus tergerus oleh harga kebutuhan yang semakin merangkak naik. Padat Karya menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mengatasi inflasi.
Tujuan dari adanya Program Padat Karya adalah untuk memberikan pengahsilan tambahan bagi masyarakat, terutama bagi warga miskin atau yang belum memilliki pekerjaan. Dengan demikian, Program Padat Karya diharapkan mampu meningkatkan sosial ekonomi masyarakat Sleman. Kriteria lokasi Padat Karya juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi Disnaker Sleman. Pemilihan lokasi ditentukan oleh wilayah dusun yang memiliki penduduk penganggur, setengah penganggur, dan warga miskin.
Anggota DPRD Sleman Sri Riyadiningsih, S.Pd. mengatakan melalui program Padat Karya, masyarakat dapat menerima penghasilan tambahan. Penghasilan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Peningkatan daya beli masyarakat menjadi fokus Pemkab Sleman karena inflasi yang disebabkan oleh kenaikan BBM kemarin, membuat sejumlah komoditas pangan meningkat sedangkan daya beli masyarakat turun. Disamping itu program “Nandur Opo Sik Dipangan, Mangan Sik Ditandur” tetap harus digiatkan guna untuk menekan angka kemiskinan dan menguatkan ketahanan pangan.
