dprd.slemankab.go.id – Menjelang perayaan Natal 2022 dan Tahun Brau 2023 (Nataru), tingkat okupansi hotel-hotel di Sleman sudah mencapai kisaran 60 persen. Hingga akhir tahun angka tersebut diperkirakan bisa mencapai 95 persen. Angka tersebut melonjak cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa dengan okupansi 45 persen – 50 persen.
Ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Sleman, Joko Paromo menyampaikan bahwa lonjakan okupansi hotel dipengaruhi oleh libur sekolah dan banyaknya perusahaan yang menggelar liburan Bersama untuk mengisi akhir tahun. Perayaan akhir tahun akan digelar oleh internal masing-masing hotel, seperti dinner dan live music.
Anggota Komisi B DPRD Sleman, Rahayu Widi Chahyani, S.H.,M.M menyampaikan bahwa dengan naiknya okupansi tahun ini jauh lebih baik dibandingkan akhir tahun 2021 lalu yang ketika itu masih banyak pembatasan untuk mencegah penularan Covid-19. Tahun lalu di akhir tahun okupansi hotel hanya 45 persen. Namun demikian karena pandemi Covid-19 belum selesai ditambah dengan adanya varian baru XBB, maka protocol Kesehatan (prokes) masih harus diterapkan dan diperketat.

