Kaukus Perempuan Parlemen Sleman telah berkomitmen mendukung UMKM di tingkat padukuhan untuk terus berdaya dan berkembang, mengingat di sini banyak perempuan yang bergerak sebagai pelaku UMKM. Bisnis yang dilakukan perempuan dapat membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun diakui usaha ini sulit naik kelas karena usaha yang dilakukan kaum perempuan pada umumnya masih terbatas bidang usaha kecil dan bersifat informal. Seminar dengan tema ‘Bagaimana Perempuan Pelaku UMKM Bisa Berdaya’ ini menghadirkan Asikhan Eka Putranti, S.E. (Ketua Gebyar Batik Kabupaten Sleman) dan Sri Lestarsi (Owner Allusan Batik). Hal ini sebagai wujud KPP Sleman mendukung dan mengapresiasi produk UMKM perempuan dari tingkat padukuhan.
Seminar Kaukus Perempuan Parlemen Sleman yang pada hari Kamis, 29 September 2022 digelar di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center yang dimeriahkan dengan Peragaan Busana Batik oleh Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Kabupaten Sleman dengan motif kombinasi parijotho dan lurik. Batik motif Sinom Parijotho Salak merupakan kombinasi antara Sinom Parijotho dan salak pondoh yang terdiri dari batang, daun dan bunganya.
Makna motif batik Parijotho Salak ini yakni mengangkat nilai estetika sekaligus mengangkat kekhasan Daerah Sleman yang memiliki aneka hayati yang ada di lereng Merapi sebagai perwujudan rasa cinta dan bangga akan potensi alamnya. Diharapkan batik motif batik Parijotho Salak ini dapat memperkuat khasanaz budaya Kabupaten Sleman.
Sedangkan Lurik adalah kain dengan motif bergaris-garis kecil yang secara tradisional menjadi pakaian khas warga pria pedesaan di kalangan suku bangsa Jawa. Lurik yang berbahan dasar katun kasar memiliki harga yang relatif murah dan terjangkau untuk masyarakat kurang mampu. Lurik adalah bahan dasar untuk pembuatan surjan.

