dprd.slemankab.go.id – Rapat Koordinasi Pimpinan Tingkat Kapanewon Kalasan diselenggarakan pada Selasa 27 September 2022, digelar di Ruang Rapat Lantai 2 (dua). Acara dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Sleman Tri Nugroho, S.E beserta Anggota DPRD Sleman Ir. Andreas Purwanto, M.Th, dan Nurhidayat, A.Md dengan instansi terkait ditingkat Kapanewon. Jalannya rapat dipimpin oleh Panewu Kalasan Drs.Siswanto.
Forum Koordinasi Pimpinan membahas tentang tingginya angka stunting, dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mempengaruhi nilai produksi dan angka mobilitas mahal dan menekan angka kemiskinan di tahun 2023.
Wakil Ketua DPRD Tri Nugroho, S.E menyampaikan terkait upaya yang dilakukan pemerintah untuk membantu warga yang terdampak dengan tiap kelurahan menyisihkan dana anggaran sebesar 2% dan beberapa program yang dapat menangani inflasi seperti program PIRT dan bedah warung. Harapannya di tahun 2023 dapat membrantas penduduk yang tidak memiliki jamban dan rumah tidak layak huni.
Ir. Andreas Purwanto, M.Th menyampaikan bahwa sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah dan salah satu cara pencegahannya dengan menjaga pola makan dimana asupan protein harus terpenuhi dengan baik.
Sementara itu Nurhidayat, A.Md menyampaikan bahwa salah satu dampak jangka panjang terjadinya kenaikan bahan bakar minya (BBM) adalah terjadinya inflasi tinggi yang mengakibatkan naiknya cost of production sehingga akan menaikkan harga jual. Kenaikan harga BBM juga akan menjadi salah satu factor penyumbang naiknya biaya produksi di pasaran sehingga perusahaan akan menaikkan harga jual barang.

