dprd.slemankab.go.id – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) dibahas dalam Dialog Interaktif yang diselengarakan pada hari Senin, 29 Agustus 2022 dan disiarkan langsung dari ruang pers gedung DPRD Kabupaten Sleman dengan narasumber Ketua Pansus F. Bambang Sigit Sulaksana, S.T dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman (P3AP2KB) Dra. Suci Iriani Sinuraya, M.Si, M.M.
Kabupaten Sleman diprediksi akan memasuki bonus demografi pada tahun 2045. Oleh karena itu melalui Raperda tentang GDPK di Sleman Tahun ini diharapkan mampu menghasilkan bonus demografi yang maskimal, bukan hanya kuantitas tapi juga kualitasnya. Pembangunan kependudukan merupakan usaha terpadu sebagai bentuk arah kebijakan yang berguna untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Umpan balik dari dialog interaktif ada pertanyaan yang diajukan oleh salah satu warga masyarakat seperti, dengan kebijakan tersebut bagaimana agar pembangunan kependudukan yang dilakukan Pemerintah kabupaten Sleman bisa terarah, serta apa upaya-upaya yang direncanakan dalam GDPK apakah bisa menuntaskan atau setidaknya meminimalisir ketimpangan sosial di Sleman.
F. Bambang Sigit Sulaksana, menyampaikan dengan adanya Raperda ini sebagai pedoman terhadap arah pembangunan kependudukan di daerah, yang bertujuan agar pembangunan kependudukan terarah, efektif, efisien, terukur dan membawa manfaat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Arah kebijakan pembangunan kependudukan sesuai Raperda dilaksanakan dengan pendekatan hak asasi sebagai prinsip utama untuk mewujudkan keadilan, partisipasi semua pemangku kepentingan dan masyarakat, menitikberatkan penduduk sebagai pelaku dan pemanfaat pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu Suci Iriani Sinuraya, menyampaikan Raperda tersebut menitikberatkan pada upaya untuk membangun masyarakat Sleman yang lebih berkualitas yang berhubungan dengan tiga kebutuhan pokok masyarakat seperti aspek pendidikan, kesehatan dan ekonomi, untuk itu beberapa upaya tengah disiapkan sebagai langkah awal.

