dprd.slemankab.go.id – Komisi B DPRD Kabupaten Sleman mengunjungi gudang produksi Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) Daxu di dusun Pokok, Harjobinangun, Pakem, Sleman. Rombongan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD sebagai Koordinator Komisi B Arif Kurniawan, S.Ag., M.H., Ketua Komisi B H. Dedie Kusuma, S.E. dan anggota. Diterima langsung oleh Direktur PDAM Kabupaten Sleman Dwi Nurwanta dan jajarannya.
Daxu, memiliki arti Dari Air kali(X)Urang adalah produk air minum dalam kemasan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman. Sejak diluncurkan pada 2018 lalu, progres produksi dan bisnis AMDK Daxu milik PDAM Sleman dinilai memiliki prospek yang baik.
Gudang Produksi AMDK tersebut di bangun di atas tanah seluas lahan 5.500 meter persegi dan terdiri dari dua lantai. Gudang tersebut memiliki tiga kapasitas mesin produksi meliputi mesin filling cup yang mampu memproduksi 3.600 cup per-jam, mesin filling botol dengan kemampun produksi 2.000 botol per-jam dan mesin filling galon dengan produksi 120 galon per-jam.
Wakil Ketua DPRD Arif Kurniawan menyampaikan Daxu harus bisa berinovasi, karena produk AMDK sangat kompetitif, oleh karena itu Daxu harus mampu menjaga kualiatas, kuantitas dan terus meningkatkan dan mejaga mutu air sesuai dengan standar air minum.
“Kami ingin memastikan bahwa daxu ini bisa berproduksi dengan baik, bisa memenuhi permintaan pasar, dan kami berharap daxu tidak hanya melayani Pemda saja, tapi bisa bergerak lebih masif lagi dan bisa menembus pasar nasional”, tambahnya.
Senada dengan Arif, Ketua Komisi B Dedi kusuma juga ingin memastikan ketersediaan AMDK Daxu bisa memenuhi permintaan pasar, “kami ingin memastikan daxu bisa memenuhi kebutuhan pasar, kompetisi di sektor amdk di Indonesia sangat bersaing, Komisi B mendorong apa yang dibutuhkan Daxu untuk meningkatkan produksi bisa di sampaikan”, tambanhya.
Dwi Murwanta Direktur PDAM Sleman menyambut baik maksut dan tujuan komisi B mengunjungi Daxu. Menurutnya, komitmen Komisi B untuk membantu BUMD untuk maju sangat baik,
“kami sedang menginventarisasi kebutuhan-kebutuhan dalam rangka untuk mengembangkan daxu, sehingga nanti Komisi B bisa memberikan suatu bantuan baik itu regulasi atau melalui pendanaan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) APBD yang sesuai dengan kondisi Daxu saat ini. Untuk inovasi kedepan kami akan menggandeng beberapa perusahaan di bidang jasa penjualan air minum dan melalui publikasi secara masif, kita juga akan membentuk tim marketing yang profesional untuk inovasi tersebut”.

