dprd.slemankab.go.id – Ketua DPRD Haris Sugiharta, S.IP. menghadiri acara kegiatan Pembinaan dan pengembangan Seni budaya Lokal Pementasan Ketoprak Tirto Budaya dan Karawitan Banyu Pusposari di kalurahan Banyurejo, Tempel, Sleman. Turut hadir Anggota DPRD DIY, Dinas Kebudayaan Propinsi DIY, Panewu Tempel, serta para pejabat lainnya (26/8).
Lurah Banyurejo Saparjo menyampaikan siang tadi Banyurejo diresmikan menjadi kalurahan cerdas oleh Bupati Sleman. Banyurejo berinovasi mengembangkan aplikasi yang berisikan pelayanan informasi kalurahan dan produk-produk UMKM. Inovasi ini jadikan Banyurejo disematkan sebagai Kalurahan Cerdas melalui sebuah aplikasi bernama Sidig Banyu.
Sidig Banyu sendiri merupakan singkatan dari Sistem Informasi Digital Kalurahan Banyurejo. Inovasi ini merupakan sebuah sistem informasi desa digital yang dikembangkan untuk membantu memberi pelayanan kepada masyarakat secara virtual.
Melalui Sidig Banyu, Saparjo berharap, masyarakat dapat mengakses informasi kalurahan secara daring dari mana saja. Selain terkait pelayanan kalurahan, di aplikasi terdapat fitur yang menampilkan hasil-hasil UMKM masyarakat Banyurejo. Selanjutnya malam ini merupakan puncak acara bertajuk pesta rakyat menampilkan budaya, kesenian yang ada di Banyurejo.
Dalam sambutannya, Haris Sugiharta Ketua DPRD Kab Sleman sangat mengapresiasi kerja keras dan semangat lurah beserta jajarannya karena mengimplementasikan visi Kabupaten Sleman. Yaitu, mewujudkan Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera dan berdaya saing sehingga telah disematkan sebagai Kalurahan cerdas. Semoga dengan adanya Kalurahan cerdas dan aplikasi sistem informasi desa digital yang dikembangkan untuk membantu memberi pelayanan kepada masyarakat secara virtual dan bisa meningkatkan perekonomian UMKM di Banyurejo.
Selanjutnya, dikegiatan Pembinaan dan Pengembangan Seni Budaya Lokal (Pementasan Ketoprak Tirto Budaya dan Karawitan Banyu Pusposari) di Kalurahan Banyurejo dapat menjadi pemersatu dalam menjaga kerukunan masyarakat. Dari kegiatan itu akan muncul sifat saling menghargai, gotong-royong, kerja sama dan kerja keras dari masyarakat. Budaya merupakan kegiatan yang strategis untuk berkumpul dengan masyarakat. Kegiatan budaya seperti ketoprak, karawitan, jatilan, mocopat, gejok lesung merupakan bentuk melestarikan budaya tinggalan nenek moyang kita. Mengingat kalau tidak dilestarikan, generasi penerus bangsa tidak akan mengenalnya. Kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi. Jika tidak diuri-uri dari sekarang, anak cucu kita nantinya tidak mengenal budaya warisan nenek moyang.
Saya berharap melalui kegiatan pentas ketoprak dan karawitan, kita mampu mewujudkan bahwa kita adalah bangsa yang kaya dan kuat dengan budaya dan adat-istiadatnya.
Pembinaan dan pengembangan seni budaya lokal harus terus digiatkan untuk memberikan ruang gerak seniman berekspresi serta menemukan bibit unggul baru di dunia kesenian. Untuk itu saya berharap dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak untuk terus melestarikan kegiatan seni budaya lokal. Selamat menggelar pentas ketoprak dan karawitan, semoga dapat menjadi sarana hiburan dan saling silaturahmi antar warga Banyurejo.

