setdprd.slemankab.go.id – Komisi B DPRD menggelar rapat kerja bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman. Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi B Nurhidayat, A.Md beserta anggota Komisi B. Hadir Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan Kabupaten Sleman beserta jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Disperindag beserta jajarannya memaparkan capaian dan kendala program 2021 serta rencana anggaran 2022.
Dra. Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih, M.T Kepala Dinas Perindag melaporkan bahwa pada tahun 2021 semua target program tercapai. Untuk pasar, program pembangunan pasar Godean sudah tercapai dan pada tahun 2022 nantinya akan dilakukan penataan kembali agar dapat segera beroperasi untuk penjualan tanaman hias, reptil dan sebagainya. Selain pada sektor pasar, disebutkan pula bahwa nilai ekspor Sleman mengalami kenaikan hingga 61%, hal ini pun tidak diduga sebelumnya mengingat kondisi pandemi saat ini dirasa kurang memungkinkan namun ternyata hasilnya melebihi dari target. Capaian lain yang juga disebutkan bahwa Sleman menjadi salah satu daerah dengan tertib ukur metrologi tera ulang timbangan, oleh karena itu rencana kedepan agar memperbaiki sistem metrologi tera ulang dengan menggunakan sistem yang lebih baik.
Kegiatan ekonomi sudah mulai normal, namun Disperindag masih berupaya membangkitkan ekonomi masyarakat Sleman. Para pelaku UMKM dapat memaksimalkan pemasaran melalui Rumah Kreatif Sleman. Selain itu, Disperindag juga berupaya pada tahun 2022, sektor pasar tradisional dapat menggunakan sistem informasi yang efktif kinerja dengan sistem e-retribusi yang mudah diakses.
Capaian kinerja Disperindag diapsresiasi oleh Komisi B, meskipun demikian, Komisi B masih mengamati adanya permasalahan yaitu mengenai kenaikan bahan pangan seperti minyak goreng dan gula pasir. Hal ini menjadi permasalahan yang harus diintervensi. Disperindang pun mengatakan bahwa jajarannya sudah berkoordinasi dengan Provinsi karena keputusan tidak bisa dilakukan Kabupaten dan saat ini untuk mengurangi kenaikan harga sudah diuji coba dengan program yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM dengan bahan pokok minyak goreng dan juga warga pemilik kartu miskin. Program tersebut dilakukan dengan mendistribusi 420 liter minyak goreng melalui toko kelontong. Selain itu, masyarakat Sleman juga dapat mengakses situs website www.hargapangan.slemankab.go.id (info update harian harga pangan Sleman).
Komisi B berharap bahwa program rencana 2022 Diseperindag harus terfokus dengan menggali potensi yang sesuai, sebagai mitra harus berupaya menjalin harmonisasi tim dengan sebaik-baiknya agar selalu tercapai sesuai harapan. “DISPERINDAG merupakan garda terdepan untuk mengawal pengusaha/pedagang kecil, harapannya agar selalu memegang teguh regulasi dengan tegas” sambung Ketua Komisi B.

