setdprd.slemankab.go.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman H.R. Sukaptana, S.H. bersama Anggota DPRD Kabupaten Sleman H. Wawan Prasetia, S.E. dan Susilo Nugroho, S.IP. bersama Panewu Kapanewon Tempel H. Wawan Widiantoro, S.IP, MPA dan Instansi terkait melakukan koordinasi dengan warga di Kapanewon Tempel pada hari Kamis, 25 November 2021.
Dalam sambutannya beberapa lurah terpilih menyampaikan kepada Anggota DPRD Kabupaten Sleman tentang masih adanya masyarakat yang belum divaksin sebanyak 600 orang di Banyurejo, tambahan bantuan subsidi dari pemerintah karena pandemi Covid-19, permasalahan harga pupuk pertanian pada pendataan karena ada update di RKA dan distributor pupuk.
Dalam tanggapannya H.R. Sukaptana menyampaikan bahwa untuk melakukan contoh di Kecamatan Donokerto sudah hampir 90% selesai. Menurut Sukaptana masih ada pelbagai kriteria penyakit tertentu “Ada pelbagai macam kriteria penyakit tertentu. Misalkan sakit bawaan yang memang dokter juga tidak berani melakukan vaksin. Contohnya darah tinggi tidak turun-turun,” Ujarnya. Selanjutnya mengenai pupuk, Sukaptana menyampaikan bahwa beliau juga pernah melakukan bentuk protes kepada Pemerintah Pusat mengenai persoalan pupuk “Untuk Kapanewon lain harus mencontoh terkait penanganan pupuk kepada masyarakat,” tambahnya.
Berikutnya Anggota DPRD Kabupaten Sleman Wawan Prasetia menyampaikan bahwa mengenai pupuk itu tetap tidak ada solusi. Wawan Prasetia ingin mengajak masyarakat yang berprofesi sebagai petani untuk dapat menyampaikan keluh kesah ke Dinas Pertanian untuk menemukan solusi bagaimana menanganinya. “Karena apa, saya sampe reses itu ora sah ngomongke bab pupuk. Aku ora iso jawab. Cerito liyane wae. Waktu public hearing tetep yang ditanyakan pupuk. Yo sing mesakke petani,” Ujarnya. “Nek ben iso (menyelesaikan permasalahan pupuk), diparani bareng-bareng (di Dinas Pertanian). Soalnya kalo nunggoni Dinas kesuwen. Nek niat, ayo parani bareng-bareng,”Tambahnya.(Justicia)

