setdprd.slemankab.go.id – Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Sleman mulai berbenah untuk memasuki fase baru pariwisata di masa pandemi Covid19. Adanya pembahasan tentang Kesiapan Pembukaan Destinasi Wisata Kabupaten Sleman di Masa Pandemi ini dibahas dalam dialog interaktif dengan narasumber M. Agus Mas’udi, S.T (Anggota Komisi B DPRD Sleman), Ir.Suparmono, M.M (Kepala Dinas Pariwisata Kab. Sleman), Agung Sasongko, M.Par (Ketua Badan Promosi Pariwisata Kab. Sleman).(25/11)
Pengelola tempat wisata ini mengacu pada standart operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan. Destinasi wisata yang selama ini menjadi unggulan Kabupaten Sleman mulai dari wisata alam, desa wisata, hingga objek wisata buatan mulai menata diri untuk siap menyambut pembukaan kembali untuk kunjungan wisatawan. M. Agus Mas’udi, S.T. mengatakan bahwa Kebijakan yang sudah ada dalam intruksi Kemendagri mulai 24 Desember 2021 – 2 januari 2022 ditetapkan tempat wisata 50 persen, mall 50 persen, termasuk perhotelan wajib kapasitas maksimal 50 persen, serta hanya pengunjung dari wilayah yang berzona hijau dan kuning yang diperbolehkan masuk.
Sementara itu M. Agus Mas’udi juga mengatakan “capaian vaksin sudah 80%, pelaku wisata sudah 100% bahkan termasuk yang pertama menerima vaksin, karna salah satu kebangkitan ekonomi ada di pariwisata, jadi harus seimbang antara wisata dan kesehatan, boleh woles tapi tetap waspada” tambahnya.
Sejumlah infrastruktur dan sarana pendukung untuk memenuhi standart protokol kesehatan pada normal baru pariwisata disiapkan di lokasi destinasi wisata. Mulai dari peralatan pengecekan suhu tubuh, tempat cuci tangan yang memadai dan dalam jumlah yang cukup, hingga pengaturan pembelian tiket hingga kewajiban jaga jarak saat di lokasi wisata.
Sedangkan Ir. Suparmono, M.M mengatakan “disemua wisata yang ada di sleman sudah ada satgas covid untuk mengingatkan pengunjung, beberapa tempat wisata juga sudah harus menunjukan bukti vaksinasi melalui peduli lindungi”. Sementara itu Agung Sasongko, M.Par juga mengatakan ada 14 destinasi wisata yang sudah terverivikasi dan resmi dibuka saat libur panjang Nataru. Rombongan komisi dalam fungsi pengawasan DPRD Kabupaten Sleman dalam hal ini juga melakukan sidak atau mencoba datang ke sebuah daerah untuk mengecek dan melihat langsung apakah daerah tersebut mematuhi protokol kesehatan.(HRWND)

