setdprd.slemankab.go.id – DPRD Kabupaten Blora mengunjugi DPRD Kabupaten Sleman, kunjungan tersebut terdiri gabungan 2 komisi yakni Komisi A dan Komisi C. Komisi A terkait bidang pemerintahan dan Komisi C bidang pembangunan dan pengembangan infrastruktur Daerah. Disela ketugasannya menghadiri rapat pansus membahas 4 raperda inisiatif, Arif Kurniawan, S.Ag., M.M. yang sekarang menjabat sebagai sekretaris Komisi D menerima kunjungan kerja tersebut (14/2).
Melalui ketua rombongan yakni Bambang Sulistya, MMA, tertarik dengan program unggulan Kabupaten Sleman dalam pengembangan infrastruktur yang dapat meningkatkan PAD. Sedangkan pada bidang pemerintahan DPRD Kabupaten Blora ingin mengetahui hubungan antara Bupati dengan Pimpinan maupun anggota dewan.
Arif Kurniawan, S.Ag., M.M. pada periode 2004-2009 merupakan anggota Komisi A, sedikit banyak mengetahui tentang Pemerintahan di Kabupaten Sleman. Arif menjelaskan terdapat banyak sekali program yang sudah berjalan seperti BKK (Bantuan Keuangan Khusus). Program tersebut merupakan usulan dari Dewan agar anggaran tersebut dapat diteruskan hingga desa-desa. Dengan platform anggaran hingga 300 juta rupiah untuk setiap desa dapat digunakan pada bidang pembangunan dan infrastruktur desa. Sebanyak 86 desa di Kabupaten Sleman desa sudah terbantukan dengan program BKK ini. Pengerasan jalan, perbaikan infrastruktur desa, hingga pembuatan drainase serta program desa lainnya, anggaran tersebut haruslah dikelola dengan baik dan diajukan sendiri oleh desa,” tambahnya.
Kebijakan lain seperti Peraturan Bupati tentang jalan strategis atau jalan Kabupaten bisa melalui APBD serta bantuan dari pusat. Di Sleman juga ada pengembangan BUMDes yaitu Puri Mataram, Puri Mataram ini didirikan oleh Desa melalui BUMDes Tridadi Makmur tahun 2017 dan mulai dibangun awal tahun 2018 guna meningkatkan pariwisata di Kabupaten Sleman. Peresmian pada acara pembukaan dilakukan oleh Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kala,” terang Sekretaris Fraksi PAN tersebut.
Terdapat program ungulan lain seperti Desa Wisata Brayut, Pandowoharjo, Kecamatan Sleman. Di tempat tersebut pengunjung dapat menjumpai atau belajar aktifitas pertaninan seperti menanam padi, membajak sawah, dan berbagai kearifan lokal lainnya seperti gamelan, belajar tari, dan lain sebagainya. Untuk Kabupaten Sleman aset BUMDes belum sebesar daerah lain, namun dengan aset senilai 500 juta rupiah dapat dikembangkan seiring profesionalisme pengelola tersebut.
Dari paparan Sekretaris Komisi D yang telah disampaikan tersebut, merupakan gambaran hubungan harmonis selama ini antara Bupati, Sekda, Pimpinan dan anggota Dewan serta dinas-dinas terkait meskipun berasal dari berbeda – beda Partai. Arif Kurniawan menerangkan, sebelum dibuat kebijakan maupun anggarannya terdapat forum resmi disebut “Sleman Mini” yang terdiri dari Bupati, Sekda, Pimpinan dan Anggota DPRD serta dinas-dinas terkait untuk mencapai kesepakatan bersama. Forum Sleman Mini juga merupakan forum guna mengadakan koordinasi maupun sinkronisasi seperti saat Pandangan Umum Fraksi terkait Raperda jika belum mencapai kesepakatan. (yuki, afp)


