“Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia” tema Peringatan Hari Santri 2019

dprd.slemankab.go.id – Menurut Term of Reference (TOR) Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren tahun 2019 pesantren disebut sebagai “laboratorium perdamaian”. Hal ini mengacu pada Sembilan (9) dasar yakni pertama; kesadaran harmoni beragama dan bernegara. Kedua; metode mengaji dan mengkaji. Ketiga; Para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian). Keempat; Pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri. Kelima; Gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di pesantren. Keenam; Lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar. Ketujuh; Merawat khazanah kearifan lokal. Kedelapan; Prinsip Maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren. Dan Kesembilan; penanaman spiritual.

Selain kesembilan dasar tersebut di atas, keterpilihan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sejak 2 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020 dan penobatan Indonesia sebagai Presiden DK PBB selama bulan Mei 2019 dimana bargaining position Indonesia dalam menginisiasi dan mendorong proses perdamaian dunia semakin kuat dan nyata, menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa, terutama kalangan santri Indonesia agar turut berperan aktif dan terdepan dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian di dunia internasional.

Pada tanggal 22 Oktober 2019 diperingati sebagai Hari Santri Nasional 2019. Dengan mengusung tema yaitu “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia” mari bersama-sama merefleksikan atas kejuangan, keteladanan dan kontribusi santri sejak sebelum kemerdekaan, saat kemerdekaan hingga sekarang, sekaligus memperteguh komitmen Santri Indonesia untuk Perdamamaian Dunia.

© Humas (Afp, Yuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*