Komisi D DPRD Jepara Dan Komisi C DPRD Sukoharjo Studi Banding Terkait Pengelolaan Sampah Dan Pembangunan

dprd.slemankab.go.id –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman pada Jum’at (11/10) menerima kunjungan kerja dari Komisi D DPRD Kabupaten Jepara dan Komisi III DPRD Kabupaten Sukoharjo. Dalam kesempatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tri Nugroho, SE. bersama 2 Anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional yakni Respati Agus Sasangka, S.IP dan H. Ardi, S.Ag., M.MPar., M.M. Turut hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Lingkungan Hidup bersama Kepala Seksi Pengelolaan Air Limbah.

Respati Agus Sasangka, S.IP menyampaikan dalam acara rapat bahwa kunjungan kerja tersebut dapat mempererat silaturahmi antar legislator ketiga daerah tersebut. Dalam sambutannya Repsati Agus Sasangka, S.IP juga mengatakan kehadiran kedua rombongan legislator merupakan kunjungan lanjutan ke DPRD Sleman.

Bertindak sebagai narasumber Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir. Dwi Anta Sudibya, MT mengatakan sudah ada Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Dari perda tersebut pengelolaan sampah dibagi menjadi 2 bagian yakni pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan sampah sebesar 30% sementara penanganan sampah yakni mencapai 70%.

Menurut Sudibya, berdasar pasal 1 ayat (24) pengurangan sampah melalui bank sampah dan tempat pengelolaan sampah dengan prinsip (reduce, reuse, dan recycle)  atau TPS 3R. Selanjutnya, penanganan sampah dengan cara langsung dan tidak langsung. Secara langsung Dinas Lingkungan Hidup telah menerbitkan surat edaran yang berisi himbauan terhadap kampung-kampung agar menyediakan bank sampah. Kemudian secara tidak langsung melalui jasa pengolah sampah.

Senada dengan Wakil Ketua DPRD Sleman Masa Jabatan 2019-2024 Tri Nugroho, SE. Anggota DPRD Sleman memberikan pembinaan kepada warga masyarakat, sehingga banyak kampung kini berubah menjadi tempat wisata berkat pengelolaan sampah. Beliau mengatakan berbagai manfaat dapat diperoleh dari pengelolaan sampah tersebut. Mulai dari penempatan sampah, penggilingan dan pengelolaan sampah. Di daerah Pakem tercatat sebagai wilayah dengan pengelolaan bank sampah terbaik. Juga di daerah Tamanmartani kecamatan Kalasan telah dilakukan pengelolaan sampah.

Berkaitan dengan adanya pengelolaan sampah, terdapat manfaat dari hasil pengolahannya. Dari bank sampah dapat menghasilkan kompos. Dari kompos yang dikelola masyarakat tersebut digunakan untuk perawatan tanaman di lingkungan Pemda Sleman. Selain itu kompos dapat dijual untuk tambahan pupuk bagi tanaman.

Politikus Partai Amanat Nasional Respati Agus Sasangka, S.IP menyayangkan masih ada sampah liar di Kabupaten Sleman. Sampah liar adalah sampah yang berada di lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai tempat pembuangan sampah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Beliau mengatakan potensi sampah yang dihasilkan dari setiap warga Sleman mencapai 0,65 kg/hari. Jadi, banyaknya sampah yang dihasilkan warga masyarakat Sleman mencapai 700 ton/hari. Untuk itu, Pemerintah Daerah telah mengeluarkan surat edaran yang berisi pengurangan sampah plastik.

© 2019, Humas (Afp/Yuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*