Pembukaan Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-XXXIV

dprd.slemankab.go.id – Hari Pangan Sedunia didirikan oleh negara-negara anggota FAO pada konferensi umum ke-20 bulan November 1979. Meski peringatan hari pangan sedunia diperingati pada 16 Oktober 2019,
Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan membuka acara peringatan Hari Pangan Sedunia pada Rabu (18/9).

Untuk Kabupaten Sleman acara peringatan hari pangan sedunia ini sudah yang ke-39 kali. Turut hadir dalam acara pembukaan HPS ke-XXXIX tersebut yakni Bupati Sleman, H. Sri Purnomo, M.Si. bersama istri, serta Ketua Sementara DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta serta Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Heru Saptono, S.TP., MM. tamu undangan serta berbagai kelompok KWT (Kelompok Wanita Tani) yang ada di Kabupaten Sleman. Sebelum acara pembukaan dimulai, Bupati Sleman bersama Ketua Sementara DPRD Kabupaten Sleman mengunjungi sejumlah stand-stand milik KWT yang pernah menjadi juara tingkat nasional akan produk olahannya.

Menurut Heru Saptono, acara pembukaan hari pangan sedunia ke-39 tersebut terdapat serangkaian kegiatan seperti lomba olahan makanan berbahan cabai, lomba masak berbahan dasar ikan diikuti oleh 17 peserta KWT dari tingkat kecamatan. Dilanjutkan sarasehan ketahanan pangan, pembangunan teknologi industri ketahanan pangan, serta penyerahan alat mesin pertanian pengolah tanah/lahan. Mengingat pada bulan Oktober terdapat musim tanam akan segera dimulai meskipun diperkirakan musim tanam mundur sekitar 20 hari. Terdapat pula penandatanganan MoU penjualan beras Sleman dari asosiasi pedagang beras di Sleman ke pasar berjejaring, dalam hal ini adalah Mirota. Perlu diketahui bahwa beras Sleman sudah masuk ke dalam pasar berjejaring yang pada umumnya dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke atas. Saat ini beras Sleman telah
mampu bersaing dengan baras-beras dari daerah lain. Beras Sleman merupakan beras berkualitas bagus namun branding-nya berasal dari tempat lain.

Terdapat 70 peserta peserta pameran serta bazaar makanan dalam acara tersebut. Sedangkan puncak acara pada hari Jum’at akan ada senam masal.
Dalam kesempatan yang sama Bupati Sleman memberikan sambutan dalam acara tersebut. Menurut beliau dengan adanya lomba masakan ini diharapkan ada fariasi olahan makanan dari bahan makanan yang
dihasilkan dari sumber bumi Sleman Sembada. Harapannya akan menjadi nilai tambah dari hasil penjualan tersebut yang akhirnya dapat mensejahterakan pelaku usahanya. Tema hari pangan sedunia ke-39 yaitu Teknologi Industri Pertanian, Pangan dan Perikanan Mendukung
Lumbung Pangan Nasional. Sangat relevan dengan keadaan saat ini akan kita hadapi yaitu revolusi industry 4.0. Merupakan era dimana setiap aspek kehidupan akan didukung dengan teknologi khususnya internet. Bupati mengatakan perlunya mempersiapkan diri khususnya bidang ketahanan pangan yang akan dihadapi ke depan serta dapat dirasakan imbasnya nanti. Ia juga mengatakan sektor industry pangan masih menjadi sumber perekonomian nasional terutama untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia mengatakan bahwa Sleman merupakan penyangga pangan DIY. Hal ini ditunjukkan Surplus beras 2018 sebanyak 78.179 ton dengan konsumsi beras di bawah rata-rata nasional. Hal tersebut menurut bupati merupakan hal yang positif mengingat konsumsi makanan berasal dari sumber lain baik nabati dan hewani. Pihaknya juga menginstruksikan kepada bidang penyuluhan untuk berinovasi dan berkreasi dalam hal ini penyuluhan kepada para petani, hingga peningkatan varietas bibit unggul. Bupati mengatakan bahwa peringatan HPS ke-39 ini merupakan momentum untuk mengevaluasi, dan inovasi sektor pertanian khususnya kesejahteraan petani walaupun lahan yang digarap/dimiliki sangat terbatas. Selain itu peringatan HPS ke-39 juga menunjukkan ketahanan pangan yang ada di Kabupaten Sleman. Dengan kata lain bahwa pertanian di Sleman sangat produktif dan mampu mendukung ketahanan pangan. Bupati juga mengajak anak muda milenial, anak muda kreatif agar tertarik di dunia pertanian, perkebunan dan perikanan agar prestasi ketahanan pangan di Bumi Sleman Sembada ini dapat dipertahankan. Harapannya dengan bergabungnya anak muda kreatif tersebut dapat menjadikan industri dibidang makanan semakin modern dan terus berkembang. 


© 2019, Humas (Afp/Yuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*