Kampanye Tertib Lalu Lintas, Dengan Bagi-Bagi Helm

dprd.slemankab.go.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman bersama Forkompimda kampanyekan keselamatan tertib lalu lintas. Acara yang diselenggarakan Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman ini bertujuan menekan angka kecelakaan di jalan. Tema acara dimaksud adalah “Mari Kita Sukseskan Kampanye Keselamatan Tertib Lalu Lintas”. Jajaran forkompimda mengajak masyarakat Kabupaten Sleman untuk taat dan tertib dalam berlalu lintas. Agenda tersebut diawali di pendopo rumah dinas bupati pada Senin (1/9).

Jajaran forkompimda mengajak masyarakat untuk tertib berlalu lintas melalui jargon yang disampaikan bersama-sama di rumah Dinas Bupati Sleman.

Kegiatan tersebut menurut Bupati Sleman dapat mengingatkan semua pihak dalam keselamatan berlalu lintas, angka kecelakaan di daerah D.I. Yogyakarta khususnya wilayah Sleman masih relatif tinggi, maka dari itu adanya kegiatan ini sangat penting untuk bisa di laksanakan dengan tujuan menekan pelanggaran berlalu lintas untuk semua pengguna jalan. “Kegiatan kampanye yang direspon positif oleh masyarakat ini bertujuan agar dari waktu kewaktu kecelakaan semakin berkurang” kata Bupati Sleman.

Pembagian helm secara simbolis dilakukan oleh Bupati Sleman H. Sri Purnomo, M.Si kemudian dilanjutkan oleh Ketua Sementara DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta. Sasaran pembagian helm gratis tersebut dikhususkan bagi pengendara yang tidak memakai helm berstandar SNI. Dalam kampanye tersebut direncanakan pembagian helm sebanyak 182, dan souvenir lain seperti kaos sebanyak 492, sarung tangan sebanyak 1052, jaket sebanyak 142, pin atau bros sebanyak 142, dan stiker.

Ditemui ditempat yang sama Plt. Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Sulton Fatoni, ATD., M.Ec.Dev mengatakan kecelakaan lalu lintas terjadi karena penyebab utama adalah pelanggaran lalu lintas atau tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Pelaksanaan kampanye tertib lalu lintas diagendakan mulai hari Senin 2 September sampai Rabu 4 September 2019. Acara serupa bakal digelar di Kecamatan Minggir dan Kecamatan Seyegan.

Sulton menambahkan kampanye dan penyerahan alat keselamatan berkendara ini agar masyarakat teringat dengan sosialisasi ini, dan bisa tertular ke masyarakat, karena keselamatan berkendara untuk diri sendiri dan orang lain, dipilihnya kecamatan Minggir dan Seyegan lantaran lalulintas di daerah tersebut mulai tumbuh ramai dengan di bukanya jembatan Kebon Agung, dengan sarana tersebut maka masyarakat banyak yang melewati jalur tersebut, apalagi jalur tersebut merupakan jalur cepat, oleh karena itu kemungkinan kecelakaan sangat tinggi di jalur tersebut. Rawan laka juga terjadi di jalan-jalan yang relatif sepi-sepi karena kecepatan cenderung tinggi, pengendara tidak konsentrasi dan terjadilah laka lantas,” tambahnya.

Dari catatan pada tahun 2018 di Sleman terjadi 1200an kecelakaan dengan korban meninggal sekitar 100 orang, Sementara korban yang menderita luka berat sebanyak 300 orang dan luka ringan sebanyak 500an.

© Humas DPRD Sleman (Afp, yuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*