Ratusan Napi Lapas Cebongan Terima Remisi HUT RI 72

dprd.slemankab.go.id –  Seusai memimpin jalannya upacara bendera peringatan HUT RI ke-74 Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, M.Si., Pimpinan Sementara DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta, dan dr. Raudi Akmal beserta jajaran pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman memberikan remisi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Cebongan pada Sabtu (17/8). Kunjungan Bupati bersama Pimpinan DPRD Sementara beserta pejabat tinggi Pemda Sleman tersebut disambut oleh tarian “Barong” yang diperankan oleh beberapa warga binaan Lapas Cebongan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Sleman Gunarto menyampaikan terima kasih atas segala bentuk dukungan Pemda Sleman melalui bantuan alat moda transportasi dalam mendukung kelancaran lapas Cebongan tersebut. Ia juga mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2018 Tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan, Lapas Cebongan kini tengah berbenah agar pelayanan kemasyarakatan dapat semakin baik lagi.

Sebanyak 137 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman atau biasa dikenal dengan Lapas Cebongan mendapatkan remisi umum 17 Agustus 2019. Dari jumlah tersebut sembilan diantaranya mendapat Remisi Umum II atau langsung bebas. Sisanya mendapat Remisi Umum I yang berjumlah 128 orang akan  mendapatkan potongan masa tahanan dari satu bulan hingga lima bulan.

Dalam sambutannya Bupati Sleman mengatakan kepada seluruh WBP Cebongan untuk menunjukkan sikap dan prilaku yang lebih baik lagi dalam mengikuti seluruh tahapan, proses, kegiatan pembinaan dimasa yang akan datang.

“Kepada warga binaan yang mendapatkan remisi dan sekaligus mendapatkan kebebasan untuk kembali ke tengah keluarga, selamat menjalani kebersamaan ditengah keluarga, jadilah insan yang baik, hiduplah dalam tata nilai kemasyarakatan yang baik, taat peraturan dan mulai berpartisipasi aktif dalam pembangunan sebagai warga negara yang baik,” kata Bupati.

Bupati berpesan kepada Lembaga Pemasayarakatan sebagai bagian dari sistem pemidanaan dan tata peradilan pidana memiliki kewajiban untuk membentuk warga binaan menjadi manusia yang lebih baik dan mendorong untuk memajukan ekonomi kreatif.

“Terlebih Rutan dengan Model Human Capital yang dapat mendorong warga binaan untuk memajukan ekonomi kreatif, dengan demikian paradigma lapas dapat diubah dari Lembaga Pembinaan yang destruktif menjadi pranata sosial yang konstruktif,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Pemkab Sleman menerima hasil karya kerajinan kayu dari warga binaan Lapas Cebongan berupa Kentongan dengan ukiran Punokawan yang diserahkan oleh Kalapas Cebongan kepada Bupati Sleman.

© 2019, Humas (Afp/Yuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*