PENJELASAN BUPATI ATAS RAPERDA TENTANG TATA CARA PEMILIHAN DAN PEMBERHENTIAN KEPALA DESA

dprd.slemankab.go.id – Kemajuan teknologi dan informatika di era modern ini perlu senantiasa diikuti dan diterapkan guna menunjang pencapaian visi dan misi terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya, dan terintegrasinya sistem e-government menuju smart regency pada tahun 2021. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman H. Sri Purnomo, M.Si pada sidang paripurna Selasa (6/8) sore tadi. Pada rapat sidang paripurna DPRD tersebut dengan agenda Penyampaian Penjelasan Bupati terhadap Raperda tentang Perubahan atas Perda No.5 tahun 2015 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa. Sidang yang digelar di gedung Sekretariat Daerah tersebut mulai dibuka oleh ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta sesuai dengan jadwal sidang yakni pada pukul 16.30 WIB.

Dalam pidatonya Bupati Sleman juga menyampikan salah satu yang ingin diterapkan adalah penggunaan teknologi informasi beserta perangkat elektroniknya dalam pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Sleman. Menurut Bupati, penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa secara elektronik (e-voting) diharapkan lebih menjamin terselenggaranya pemilihan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil untuk memperoleh pemimpin yang mampu menjadi pengayom dan pembimbing bagi masyarakat desa setempat.

Bupati juga menjelaskan serangkaian proses pemungutan suara dengan sistem e-voting. Ia menjelaskan langkah pertama dengan melakukan verifikasi pemilih. Kemudian memilih calon pada tanda gambar yang telah tersedia pada perangkat elektronik. Selanjutnya melalui perangkat tersebut secara otomatis akan menghitung jumlah total suara bagi masing-masing calon. Tentunya penggunaan sistem ini dapat menghemat waktu dalam penghitungan jumlah suara sah.

Salah satu hal yang masih perlu pengkajian yakni tidak dilakukannya penghitungan suara dengan menghitung jumlah surat suara yang telah dicoblos. Hal tersebut dapat menumbulkan banyak kecurigaan bagi banyak pihak. Ia juga menyadari proses penghitungan suara tersebut perlu suatu uji coba sertifikasi dan pengamanan perangkat elektronik. Petugas yang dapat dipertanggungjawabkan dan beberapa hal lain perlu pengkajian lebih lanjut. Ia berharap agar seluruh calon dan masyarakat percaya sepenuhnya pada penggunaan sistem e-voting. Terlebih dari hasil penghitungan suara dengan menggunakan sistem dimaksud.

Demi terwujudnya sistem berbasis teknologi tersebut, Bupati mengharap dukungan dari seluruh stakeholders untuk mensukseskan penyelenggaraan pemilihan melalui e-voting. Ia menjelaskan keberhasilan e-voting di Kabupaten Sleman tentu akan meningkatkan citra yang baik bagi Kabupaten Sleman menuju smart regency yang sudah saatnya perlu dilakukan perubahan sistem dalam pemilihan Kepala Desa. Dalam penutup pidatonya ia mengatakan mekanisme dalam raperda dimaksud perlu disempurnakan dengan penyesuaian Permendagri nomor 65 tahun 2017 tentang Pemilihan Kepala Desa serta Permendagri nomor 82 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa.

© 2019 Humas (Afp, yuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*