MANIKWOYO TIDAK SETUJU GUNAKAN E-VOTING

dprd.slemankab.go.id – Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Sleman Manikwoyo datang langsung dan berkumpul di Pendopo Parasamya Kantor Bupati Sleman dengan tujuan melakukan audiensi. Anggota paguyuban tidak sependapat dengan rencana Pemerintah Daerah dalam penggunaan e-voting yang akan diterapkan dalam proses pemilihan Kepala Desa. Aksi tersebut merupakan sikap penolakan terhadap raperda terkait sistem evoting yang dianggap tidak efektif dan membutughkan biaya terlalu mahal.

Perwakilan paguyuban Kades tersebut akhirnya diterima langsung oleh Ketua DPRD Haris Sugiharta, Wakil Ketua R.Inoki Azmi Purnomo, S.Ag., Ketua Pansus IV Pembahas Raperda tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa dan Raperda tentang Pencabutan Perda Kabupaten Sleman Nomor 4 tahun 2010 tentang Lembaga Masyarakat Desa Budi Sanyata dan pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman.

Melalui ketua paguyuban dan beberapa pengurusnya, Manikwoyo menyoroti raperda yang sedang dibahas. Paguyuban Kades se-Kabupaten Sleman tersebut berpendapat bahwa perlunya mengkaji ulang terkait rencana penggunaan sarana dan prasarana e-voting serta permasalahan-permasalah yang mungkin saja bisa terjadi pada saat penggunaan sistem e-voting.

Ketua Paguyuban Manikwoyo Irawan mengatakan tentang kesiapan penggunaan alat serta terkait waktu pemilihan Kepala Desa. Kepala Desa Triharjo tersebut mengatakan masih perlunya kajian tentang sosialisasi yang menyeluruh. Ia mengatakan bahwa pembahasan dalam raperda ia merasa Kepala Desa tidak diakomodir aspirasinya.

“Pemerintah Daerah terlalu prematur agar sistem tersebut dapat digunakan pada pemilihan Kepala Desa tahun ini”, kata Irawan dalam pidatonya. Ia menambahkan terkait teknis pemilihan Kepala Desa, Kades berperan penting dalam proses pemilihan kepala desa.

Masukan dari paguyuban kepala desa itu disambut baik oleh Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta. Beliau mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi terkait hal tersebut dengan ketua pansus IV pembahas raperda tentang Lembaga Masyarakat Desa.

Senada dengan Wakil Ketua R. Inoki Azmi Purnomo, S.Ag bahwa di akhir masa jabatan pihaknya terus berupaya menampung aspirasi masyarakat dan menyelesaikan tugas dan kewajibannya sebagai penyambung aspirasi masyarakat.

Di akhir aksi audiensi tersebut paguyuban Manikwoyo meminta agar DPRD untuk tidak segera mengesahkan raperda dan lebih cermat dalam mengkaji dan mengesahkan setiap kebijakan. Paguyuban juga meminta agar setiap kebijakan yang dibuat tidak berubah-ubah (komperhensif) dan sinkron dengan kebijakan yang ada di atasnya.    © Humas DPRD Kabupaten Sleman (Afp, Yuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*