PPDB mendapat Perhatian Khusus dari Komisi D Bidang Pendidikan

dprd.slemankab.go.id – Sekretaris Komisi D dari Fraksi PAN Arif Kurniawan, S.Ag., M.H. melakukan monitoring terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman (2/7). Monitoring dilakukan guna mengetahui proses berlangsungnya penerimaan peserta didik baru tingkat SMP melalui jalur zonasi. Arif Kurniawan mengatakan terdapat keluhan dari masyarakat terkait proses pendaftaran dengan sistem zonasi.

Arif Kurniawan mengatakan penerapan kebijakan sistem jarak atau jalur zonasi perlu dilakukan evaluasi. Terutama penerapan poin sebagai apresisasi calon peserta didik dengan jarak kurang dari 200 meter. Menurutnya dengan sistem jarak, siswa terdekat dengan kurang dari 200 meter mendapat poin tambahan sebanyak 500 poin. Hal ini menjadi sangat terasa untuk siswa berjarak 201 meter, poin tambahan hanya 100  poin. Menurutnya kebijakan harus lebih akomodatif dan terlayani dengan baik terutama bagi calon peserta didik baru.

Kepala Dinas Pendidikan Dra. Sri Wantini, M.Pd mengatakan terdapat 3 jalur penerimaan peserta didik baru. Yakni jalur zonasi, jalur prestasi, dan jalur perpindahan tugas orang tua. Menurut Sri Wantini, dari ketiga jalur tersebut kuota menerimaan peserta didik baru sebanyak 90% pada jalur zonasi, 5% dari jalur prestasi, dan 5% dari jalur perpindahan tugas orang tua. Ia mengatakan untuk penerimaan system zonasi, permasalahan terjadi bukan dari sistem melainkan pada data di Dapodik. Untuk itu peran operator sekolah asal dan operator sekolah tujuan menjadi pintu masuk proses penerimaan. Data yang dimasukkan harus sesuai data siswa calon peserta didik baru. “Untuk proses verifikasi pendaftaran akan dilaksanakan pada Rabu, (3/7) hingga pukul 14.00 WIB, “tambahnya.

Kepala dinas pendidikan tersebut juga menyampaikan kepada para wartawan agar pemberitaan jangan menambah kebingunan terkait penerimaan peserta didik baru. Menurutnya, apabila masyarakat masih mengalami kendala, pihaknya dapat memfasilitasi aduan masyarakat. Ia mengatakan proses penerimaan sebenarnya dapat secara mandiri dan melalui operator sekolah.

© 2019, Humas (Afp/Yuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*