Pansus I mengunjungi Perpustakaan Desa di Widodomartani

dprd.slemankab.go.id – Dengan terbitnya Peraturan Daerah tentang penyelenggaraan perpustakaan. Setidaknya telah ada payung hukum terkait Penyelenggaraan Perpustakaan. Melalui alat kelengkapan DPRD, Komisi A, dan Pansus I Penyelenggaraan Perpustakaan, Dewan berkunjung ke Desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman. Pasalnya desa tersebut mempunyai perpustakaan desa dan berhasil menjuarai lomba Perpustakaan Desa tingkat Nasional pada 2016 lalu. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi A Nuryanta, A.Md dan ketua pansus 1 penyelenggaraan perpustakaan Sri Riyadiningsih, S.Pd diterima langsung oleh kepala desa dan kepala perpustakaan desa Susilo Widodo,S.si.

Nuryanta, A.Md menyatakan keprihatinannya atas fenomena anak – anak muda jaman sekarang yang sudah kecanduan dengan gadget atau hp daripada baca buku. “Komisi A yang merupakan mitra dari perpustakaan juga mendorong agar setiap desa terus semangat mengelola perpustakaan”, tambahnya.

Kepala perustakaan Desa Widodomartani mengatakan, kendala yang ada saat ini terkait Perpustakaan Desa saat ini adalah anggaran, banyak Desa yang “maneman” untuk menganggarkan Dana Desanya untuk Perpustakaan. Desa Widodomartani telah dicanangkan sebagai Desa Mandiri Gemar Membaca, bahkan saat ini dari 19 padukuhan yang ada, 16 padukuhan telah memulai perpustakaan. Perpustakaan Desa Widodomartani berdiri di tahun 2013, dan untuk memulai meyakinkan seluruh perangkat desa dan masyarakat sekitar bukanlah hal mudah. Namun berkat keinginan yang kuat perlahan perpustakaan Desa Widodomartani bisa maju ketingkat kabupaten, provisi bahkan menjadi juara 1 Perpustakaan Desa terbaik Nasional di tahun 2016. Sejak menjadi juara nasional masyarakat sekitar maupun dari daerah lain juga semakin terbuka dan bahkan banyak yang ingin mencontoh pengelolaan perpustakaan di Desa Widodomartani. “Terkait koleksi buku – buku disini mendapat bantuan dari kabupaten berupa rak dan buku – buku, bahkan ada juga sumbangan buku dari instansi pusat”, tambahnya.

Sri Riyadiningsih ketua pansus dan pengelolaan perpustakaan mengatakan, sejalan dengan disahkannya raperda pengelolaan perpustakaan, Sri mengapresiasi desa Widodomartani ini telah menjadi Desa Mandiri Gemar Membaca karena di dalam raperda ini berharap perpustakaan desa menjadi pelayananan perpustakaan yang berbasis inklusi social, artinya dari membaca menjadi sebuah karya bisa diterapkan di bidang sosial dan bidang lainnya di masyarakat. Sri juga menegaskan bahwa pemerintah daerah kabupaten sleman siap dalam pengawasan anggaran dan pengawasan untuk layanan desa, tambahnya.

© Humas 2019 (afp,yuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*