Dialog Radio Interaktif membahas Raperda tentang Kepemudaan bersama Ketua Pansus IV dan Dispora

Raperda Kepemudaan

setdprd.slemankab.go.id – Adanya pembahasan Raperda tentang pelayanan kepemudaan dimaksudkan agar memberi kepastian atau payung hukum terhadap SDM (Sumber Daya Manusia) terutama warga Kabupaten Sleman untuk melanjutkan estafet generasi muda serta menjadi pemuda yang mandiri di masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Arif Kurniawan, S.Ag., M.H. saat dialog radio interaktif bersama Rakosa 105,3 Fm pada Kamis (4/4).

Agenda tersebut merupakan agenda kegiatan dewan dalam acara DPRD Sleman menyapa dan digelar di ruang Komisi D DPRD Kabupaten Sleman.

“Pemuda di wilayah Kabupaten Sleman dibagi menurut kategori usia yaitu Kategori usia 16 – 17 tahun  termasuk pemuda remaja. Kategori usia 18 – 23 tahun termasuk pemuda dewasa, sedangkan kategori usia 24 – 30 tahun adalah pemuda mandiri” ungkap Arif Kurniawan S.Ag MH.

Ketua pansus IV yang juga sekretaris fraksi PAN tersebut juga mengemukakan tujuan dibahas raperda tentang pelayanan kepemudaan yaitu agar menjadikan pemuda di wilayah Kabupaten Sleman menjadi pemuda yang mandiri dan bisa menghasilkan penghasilan keluarga sendiri serta menjadi ujung tombak pembangunan di Kabupaten Sleman pada umumnya.

Pada dialog interaktif tersebut hadir pula Rahman Subadi, S.IP, M.Si Kepala Bidang Pembinaan Pemuda, Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman. Dengan adanya raperda ini, disambut baik atas dibahasnya raperda tentang pelayanan kepemudaan. Ia juga menyampaikan struktur organisasi kemudaan terbagi berdasar 4 kegiatan kepemudaan. Pertama pemuda di bawah naungan OKP (Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda) atau KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), Kedua pemuda yang tidak tergabung dalam KNPI atau OKP tersebut, Ketiga pemuda meliputi organisasi atau kegiatan kampus atau universitas, dan Keempat yaitu melalui kepemudaan di dalam komunitas-komunitas. Peran serta Pemerintah Daerah melalui pembinaan, pendampingan serta penguatan (modal) kegiatan-kegiatan positif kepemudaan.

Rahman Subadi juga menyampaikan dukungan dari pemerintah daerah Kabupaten Sleman atas raperda pelayanan kepemudaan tersebut. Dengan dibukanya pendaftaran melalui BLK (Balai Latihan Kerja), serta untuk pemuda usia remaja dilakukan melalui kegiatan lomba-lomba seperti lomba batik, lomba baris berbaris, serta lomba kepemudaan bidang olahraga. Kabid Pembinaan Pemuda juga mengatakan, masyarakat dapat mengakses kegiatan atau agenda kegiatan melalui website dispora kabupaten Sleman. Selanjutnya pemuda yang telah mendaftarkan diri akan mendapat pendampingan hingga permodalan kegiatan kepemudaan.

Arif Kurniawan juga menyampaikan perlunya segmentasi minat kegiatan kepemudaan. Hal ini berkaitan dengan potensi maupun kegiatan yang dapat dimaksimalkan di wilayahnya. Ia menambahkan bahwa setiap wilayah mempunyai minat dan potensi yang berbeda-beda. Wilayah Godean misalnya, akan berbeda kegiatan ataupun minat dengan kegiatan pemuda di wilayah Prambanan. Untuk itu peran Dinas Pemuda dan Olahraga menentukan potensi berdasar wilayah pemuda (setiap Kecamatan). Perlunya kontribusi dari universitas untuk keberlanjutan kegiatan kepemudaan pasca lulus kuliah. Dispora juga melakukan pembinaan pelatihan dan permodalan bagi pemuda pada bidang pertanian.

Kerja sama dengan KONI juga telah dilakukan guna mencari bibit berbakat bidang olahraga. Arif Kurniawan menegaskan bahwa telah dibentuk perda tentang keolahragaan pada 2018 lalu. Ia juga menyampaikan perlunya pusat atau tempat pelatihan olahraga di setiap kecamatan guna memupuk pemuda berprestasi di bidang olahraga.

Dinas Pemuda dan Olahraga serta DPRD Kabupaten Sleman mengajak pemuda warga Sleman untuk terjun langsung dalam kegiatan di masyarakat. Pemuda diharapkan agar dapat mandiri, cepat, tanggap, dan memajukan wilayahnya, desanya, maupun kabupaten Sleman. Mereka juga memberi pengertian agar setiap pemuda berprestasi agar tetap berada di wilayah Kabupaten Sleman.

© Yuki Afp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*