KOMISI C DPRD REMBANG SHARING PENANGANAN PENANGGULANGAN BENCANA DI SLEMAN

 

          dprd.slemankab.go.id,  SLEMAN – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sleman,  Danang Maharsa, S.E. menerima kunjungan kerja Komisi C DPRD Kabupaten Rembang, turut mendampingi penerimaan perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten SLeman, dan Kepala BPBD Sleman Drs. Joko Supriyanto, di Ruang Aula DPRD Sleman, Selasa 14 Februari 2017.

          Wakil ketua Komisi C DPRD Kabupaten Rembang, Puji Santoso, S.P., M.H yang memimpin  kunjungan kerja sejumlah 13 anggota Komisi C ke DPRD Sleman, menyampaikan bahwa kunjungan kerja hari ini di DPRD Sleman untuk tukar pendapat mengenai permasalahan terkait dengan pembangunan daerah dan infrastruktur serta penanggulangan bencana. Dalam sambutannya, Puji Santoso menyampaikan wilayah Rembang secara geografis terdiri dari pantai lautan, tambang, pegunungan, dan mayoritas masyarakatnya adalah petani dan nelayan yang menyumbang banyak pemasukan untuk daerah, karena banyaknya tempat pelelangan ikan dan tambang.

          Secara geografis Rembang merupakan daerah rawan bencana, tanah longsor, badai, nelayan hilang atau bencana lainnya. Dalam sesi tanya jawab yang diwakili oleh salah satu anggota Komisi C DPRD Rembang menanyakan, bagaimana sistem penganggaran saat ada bencana di wilayah Kabupaten Sleman ? Berapa dana penanggulangan bencana? serta menyampaikan bahwa infrastruktur tentang jalan yang cepat rusak di wilayah Rembang.

        Menanggapi pertanyaan tersebut, Joko Supriyanto kepala BPBD Sleman menyampaikan bahwa anggaran BPBD Sleman 2017 mencapai Rp 9.8 M itu dibagi untuk 3 bidang yaitu pencegahan, kedaruratan dan rehabilitasi dan rekondisi pasca bencana. Pencegahan meliputi penebangan pohon yang sudah tua, pemantuan rawan bencana dll. Untuk kedaruratan BPBD Sleman mempunyai TRC (Team Reaksi Cepat) serta memberikan fasilitas kepada relawan dan memberikan pelatihan khusus menangani bencana.Untuk relawan tersebut terdapat di setiap desa, kecamatan, kabupaten, yang sudah di fasilitasi alat komunikasi, jadi jika ada bencana dalam hitungan menit BPBD Sleman sudah bisa bergerak. Untuk menunjang bidang kedaruratan BPBD Sleman juga memiliki stok logistic makan, sandang papan untuk korban bencana. Untuk kerugian bangunan BPBD Sleman juga mempunyai tim verifikasi untuk mengidentifikasi kerusakan yang diakibatkan oleh bencana. Untuk proses pemberian bantuan juga diatur oleh Peraturan Bupati nomor 114 tahun 2016. Mekanisme pemberian bantuan sesuai dengan prosentase kerusakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*