KEDEPAN PASAR PRAMBANAN SEBAGAI OBYEK WISATA

DSC04040Dengan telah dimulai tahap pertama rehap pasar Prambanan ditahun 2013 lalu, saat ini telah terbangun satu blok yang dulu sebagai pasar burung di sebelah selatan, bangunan ini telah menelan anggaran sebesar 8 M lebih dari APBD Propinsi 4,7 M dan Kabupaten 3,5 M dan ditahun 2014 direncanakan tahap kedua akan dilanjutkan dengan menelan anggaran sekitar 26 M dengan rincian 5 M APBD Propinsi dan 21 M dari APBD Kabupaten Sleman.
Rencana kedepan pasar Prambanan yang mempunyai luas sekitar 16.000 meter persegi tersebut akan di buat tiga lantai dengan beberapa kelengkpan diantaranya akan dibangun taman kuliner yang menjajakan makanan di lantai 3 dengan view yang sangat mempesona yaitu sebelah utara Gunung Merapi, dan candi Prambanan sesekali terlihat pesawat terbang melintas, sebelah timur langsung ke stasiun Kereta api Prambanan, dan sebelah selatan Candi Boko. Disamping itu juga di bangun fasilitas umum seperti Mushola dan MCK.
Sedangkan pembangunan tahap kedua ini akan merelokasikan pedagang sebelah bangunan yang baru akan dipindah ke pasar hewan yang sekarang digunakan untuk pasar ayam disebelah barat Pasar induk sekitar bulan Mei.
Hal ini disampaikan Nia Kasi pengembangan Dinas Pasar Kabupaten Sleman didampingi staf dan pengurus paguyuban Pasar Pramabanan saat menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kabupaten Sleman Senin 3 Maret 2014.
Prambanan 2Samsul Bakri, SE. MM Ketua Komisi B di dampingi anggota Komisi Jaka Purwanta, Subandi, Farchan Hariem, SE dan Endri Nugaraha mengatakan bahwa dengan dibangunnya pasar prambanan ini di harapkan tetap terjaga stabilitas pedagang sampai pada relokasi pada tempat penampungan sementara jangan sampai pedagang merasa dirugikan.
Sementara Sigit Wakil paguyuban pasar Prambanan didampingi Pengurus Zainudin Ketua dan Sulistyo Sekretaris dalam keterangannya mengatakan bahwa pedagang yang jumlahnya sekitar 600 orang, sedangkan yang menjadi prioritas adalah pedagang lama. Menurut keterangannya pedagang sebagian besar dari luar prambanan mencapai 60 %, sedangkan warga Prambanan hanya sekitar 10 %.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*