BAGAIMANA PENGGUNAAN RETRIBUSI PASAR

Pedagang

Ratusan pedagang pasar Prambanan mendatangi Gedung DPRD menanyakan kejelasan penggunaan retribusi pasar. Mereka ditemui Ketua Komisi B Drs. Baduwan serta perwakilan Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Sleman di aula DPRD Selasa 6 Maret 2012.

Sulistyowati bendahara paguyuban pasar Prambanan sebagai juru bicara menanyakan ” penggunaan retribusi yang mereka bayar,”  mengingat kalau ada kerusakan di pasar  pedagang sendiri yang memperbaiki, sebenarnya kemana larinya uang retribusi yang sudah kami bayar. Selain itu Sulistyowati juga menanyakan siapa yang bertanggungjawab jika terjadi kehilangan barang dagangannya karena sudah diminta membayar retribusi lerepan Rp. 2.000,-/bulan.

Disamping itu sesuai surat yang dikirim ke DPRD Kabupaten Sleman tertanggal 7 Februari 2012, Paguyuban Pedagang Pasar Prambanan juga mengajukan 10 pertanyaan dan meminta  penjelasan beberapa hal tersebut diantaranya mengapa pasar Prambanan dibiarkan bocor dan banjir sedangkan pendapatan retribusi pertahun dengan target  Rp. 550 juta, mengapa biaya pemeliharaan hanya dianggarkan 4 juta/ tahun.

Menanggapi hal ini Kepala Bidang Pengembangan Pasar Haris Marta mengatakan penarikan retribusi sudah sesuai dengan mekanisme yang ada bahkan untuk mencegah kebocoran, tahun ini memakai sistim yang berbeda, yakni dari karcis diganti dengan buku pendapatan. Petugas Dinas Pasar juga selalu mengecek sekecil apapun informasi terkait kebocoran retribusi. Menanggapi beberapa pertanyaan yang diajukan lewat surat Dinas Pasar akan menjawab di lain kesempatan melalui surat.mst

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*