REPOSISI ALAT KELENGKAPAN DEWAN TERBENTUK

Rapat Paripurna

Setelah melalui proses  cukup panjang dan melelahkan akhirnya  reposisi alat kelengkapan dewan   terbentuk  dalam rapat paripurna ke dua . Rapat yang dipimpin Ketua DPRD H. Koeswanto, SIP dan diikuti semua anggota DPRD serta dihadiri oleh wartawan baik media cetak maupun elektronik tersebut dengan agenda utama pembentukan alat kelengkapan DPRD.  Rapat di mulai pukul 12.30  sampai 15.30 Wib pada hari selasa tanggal 21 Februari 2012 , seperti pada rapat paripurna sebelumya banyak    diwarnai hujan interupsi dari banyak anggota dewan. Untung Basuki Rahmat mengajukan interupsi untuk mengajukan reposisi pada Partainya demikian juga Marsana dari Fraksi PKB. Fraksi Partai Demokrat yang disampaikan  Dra. Rini Hapsari memilih walkout dalam rapat paripurna.

Dalam reposisi  alat kelengkpan kali ini  juga terjadi penumpukan anggota komisi kalau pada paripurna pertama  komisi C pada paripurna kedua ini   komisi B yang berjumlah 19 orang. jadi ada ketimpangan jumlah anggota komisi  meskipun tidak menyalahi tatib.

Dalam rapat Paripurna tersebut akhirnya pimpinan rapat mengambil sikap voting hal ini diambil karena selalu terjadi deadlock. Kemudian pimpinan menskors rapat 15 menit untuk pembentukan pimpinan alat kelengkpan DPRD Sleman Baru. Kemudian Ir. H. Rohman Agus Sukamto membacakan susunan alat kelengkpan dewan secara keseluruhan sebagai berikut yaitu Komisi A dengan 6 anggota dengan H. Rendradi Suprihandoko, SH, MH, Drs. Baduwan Ketua komisi B denag 19 anggota, Agus Sumaryanto, ST menjadi ketua Komisi C yang berjumlah 14 dan Arif kurniawan tetap menjadi Ketua Komisi D dengan 7 orang anggota. Untuk badan tetap terjadi pergeseran Ketua kecuali Banmus dan Banggar yaiti RB Ramelan menjadi ketua Badan Legislasi menggantikan Haji Suprapto sedangkan Koesnanto, SH dari Fraksi PKS sebagai ketua Badan Kehormatan Dewan yang berjumlah 5 orang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*