YOHANES GUSTAN GANDA, S.T.

 Tempat / Tgl Lahir :  Sleman 8 Agustus  1976
 Alamat :  Ngawen RT.004 RW. 12 Trihanggo Gamping, Sleman
 Agama :  Katolik
 Status Perkawinan :  Kawin
 Daerah Pemilihan :  V (Mlati, Gamping)
 Jabatan di DPRD :   –  Anggota Komisi D

–   Anggota Badan Anggaran

 Jabatan di Fraksi :  Ketua Fraksi PDI-P
 Pendidikan :  S1

 

One thought on “YOHANES GUSTAN GANDA, S.T.”

  1. Pak Gustan Ganda Yth,
    Saya warga Mlati punya pengamatan dalam usaha taksi online yg dirasakan sebuah penjajahan ekonomi khususnya masyarakat strata bawah dan mungkin bila tidak ada ketegasan pemerintah nantinya bisa terjadi kegaduhan dalam masyarakat bawah bangsa ini.
    Tulisan dibawah ini awalnya sy tujukan kpd Bpk Presiden Jokowi, namun sy tdak bs mengakses lewat email ataupun FB beliau. Dan sy berharap Bpk Gustan sbg anggota DPRD Sleman bisa menyampaikan masalah ini kpd instansi terkait, apabila dirasa yg sy amati ada kebenarannya, terima kasih.
    Tulisan sy adalah sbb:

    Surat terbuka untuk Bapak Presiden Joko Widodo
    Masalah Taxi Online di Indonesia

    Yth Bapak Presiden Joko Widodo,

    Assalamu’alaikum Wr Wb,

    Do’a saya semoga Allah SWT, senantiasa anugerahkan kesehatan serta keberkahan hidup buat bapak dalam mengemban amanat rakyat, bahwa segala kebijakan bapak tidak lepas dari bimbingan Allah SWT.
    Saya Sadi Mutakir (64 th) dari sebuah desa di wilayah Sleman-Yogyakarta, adalah peserta mitra grab (grab driver) dan sudah saya jalani selama 6 bulan terakhir ini, dengan tujuan menjaga tetap beraktifitas di hari tua agar bisa memperlambat kepikunan saya.

    Setelah saya selami selama ini banyak hal yang sekiranya kedepan bisa akibatkan rusaknya tatanan ekonomi bangsa kita khususnya di strata masyarakat bawah.

    Pada 2 bulan lalu saya mendapat undangan Kapolda DIY perihal audensi sosialisasi PerMenHub No. 108 Th 2017, yg kemudian juga mendengar paparan dari institusi akademis UGM tentang analisisnya mengenai pengusahaan taxi online.
    Dari paparan Bpk Liliek, yang disampaikan jelas2 taxi online sbg salah satu usaha transportasi yg tidak layak menguntungkan bagi mitra sbg pemodal dan pelaksana transportasi. Merekomendasikan kepada masyarakat untuk tidak menggantungkan usaha taxi online, serta saran kepada masyarakat jangan terlalu berspekulasi mengambil kredit mobil untuk diusahakan pd taxi online, krn berpotensi kredit akan macet.
    Perlu diketahui kebijakan grab sendiri tidak pernah mengatur kuota pendaftaran, bahwa sampai saat ini pendaftaran baru mitra tetap berlangsung.

    Sbg contoh sy sendiri sbg mitra adalah pemodal, yg memiliki kendaraan guna melaksanakan usaha transportasi katakan seharga Rp 100 juta, pengemudi sy, yg mengisi BBM sy, yg membayar asuransi sy, biaya2 perijinan yg bayar sy, penyusutan modal yg nanggung sy, resiko yg terjadi dalam pelaksanaan transportasi juga sy.

    Sementara Grab yg jelas menyatakan didalam aplikasinya, grab bukan pelaksana transportasi dan hanya penyedia aplikasi tidak akan bertanggung jawab segala bentuk kerugian maupun resiko dalam pelaksanaan transportasi, dengan mengutip 20% dr pemasukan kotor mitra, tanpa mempertimbangkan biaya operasional yg tinggi dengan penghitungan biaya transportasi yg amat murah…!!

    Menurut perkiraan kedepan, walau sdah diundangkan PerMenHub No. 108 Th 2017, belum akan menjawab permasalahan yg terjadi di lapangan dalam komunitas pertaksian di Indonesia, bs jadi terjadi suasana gaduh antar komunitas taksi baik online maupun konvensional…??

    Informasi yg sy dapat dari Dinas Perhubungan bahwa corporate Grab mungkin institusi taksi online yg lain juga, memegang ijin di Indonesia hanya lewat Kementerian Kominfo bukan Dinas Perhubungan, shg betapa sulitnya aturan2 diberlakukan juga pada penyedia aplikasi….??
    Dengan kondisi spt ini terdapat pertanyaan besar di benak sy… jangan2 Grab masuk Indonesia dng misi untuk mengacaukan ekonomi kelas bawah kita….??? Logikanya langkah Grab telah keluar dr hukum2 ekonomi sudah membuat terlena sebagian besar masyarakat kita. Namun hal ini membuat kokohnya Grab lebih kuat berpijak ditanah air kita. Bisa jadi ketika pemerintah akan mengatur permainan Grab disini masyarakat (sbg Voter) akan turut membela kepentingan Grab krn telah dimanjakan dng harga2 yg diluar logika ekonomi…?

    Solusinya… Membuat aplikasi serupa tapi tak sama, buatan anak bangsa, dengan memasukkan aturan2 kelayakan berusaha yg bernafaskan ekonomi Indonesia, sejalan dng kebijakan pemerintah yg telah diambil dalam hal ini dinas perhubungan.
    Sy sangat percaya bahwa anak bangsa ini sudah mampu dalam tehnologi IT guna membuat aplikasi taksi online, yg mengakomodir berbagai pihak baik taksi online maupun taksi konvensional saat ini. Hal yg tidak mungkin kita lakukan untuk menolak / membendung sistim pertaksian online, sebab sistim online sdah merupakan tuntutan jaman disaat ini.

    Di kemudian hari setelah aplikasi taksi online lulus uji kelayakan, lalu bekerja sama dengan kelompok / paguyuban / koperasi bahkan CV atau PT sekalipun dengan pola saling menguntungkan di berbagai pihak.

    Bpk Presiden Yth, terasa sekali saat ini di dua kementerian, Kominfo dan Dinas Perhubungan sangat hati2 bahkan nampak gamang mensikapi berbagai gejolak konflik di tanah air antara taksi konvensional dan taksi online. Namun sy sendiri sangat awam dalam hal kebijakan pemerintah. Mungkin dengan masukan sy ini bapak bisa mengambil jalan tengah yg bisa diterima semua pihak di dalam berbagai pihak masyarakat bangsa ini, mungkin dng sebuah perpres …?

    Demikian masukan dari sy, setelah terlibat selama 6 bulan dalam mengikuti melaksanakan / menyelami pola kerja grab yg cenderung melakukan aturan main yg sepihak. Rupanya anak bangsa yg terlibat di corporate grab hanya sbg wayang saja, setiap keluhan atau komplain mitra hanya dijanjikan nanti disampaikan ke pusat dan tiada pernah direspon secara cepat.

    Belum lagi sistim IT mereka apakah servernya berada di tanah air atau di luar negeri….?? Karena keperluan seorang mitra dari Yogyakarta, guna pembatalan penumpang yg curang saja harus menghubungi call center di Jakarta kalau menghendaki nilai performance kerja tetap baik…!!!

    Mohon maaf bila apa yg sy haturkan tiada penting bagi negara dan kemajuan bangsa ini kedepan, namun bagi masyarakat strata bawah hanya berharap mencari risky dengan aman dan tenang.

    Wassalamu’alaikum Wr Wb,
    Sadi Mutakir
    Sanggrahan RT 09 / RW 17, Tlogoadi, Mlati
    Sleman – Daerah Istimewa Yogyakarta
    KP. +62 811 981 467

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*