Sekilas Sleman

A.   KONDISI GEOGRAFIS

        Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten dalam Propinsi DIY yang berada di bagian utara dengan luas sekitar 574,82 Km2. Secara administrasi, Pemerintah Kabupaten Sleman terbagi menjadi 17 Kecamatan, 86 desa serta 1.212 pedukuhan. Berdasarkan letak geografis, wilayah Kabupaten Sleman bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah dan bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta (Propinsi DIY). Di bagian barat, Kabupaten Sleman berbatasan dengan Kabupaten Kulonprogo (Propinsi DIY) dan Kabupaten Magelang (Propinsi Jawa tengah) serta pada bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Klaten (Propinsi Jawa tengah). Secara geografis, Kabupaten Sleman terbentang pada 1100 13’ 00” hingga 1100 33’ 00” Bujur Timur dan 70 34’ 51” hingga 70 47’ 03” Lintang selatan. Wilayah Kabupaten Sleman berada pada ketinggian antara 100-2500 meter di atas permukaan air laut dengan dataran rendah yang subur di kawasan selatan, sedangkan pada bagian utara merupakan tanah kering berupa ladang dan pekarangan serta memiliki permukaan agak miring ke selatan.

B.   KEPENDUDUKAN

       Jumlah penduduk Kabupaten Sleman Tahun 2014 tercatat 1.163.970 jiwa terdiri dari 583.195 laki-laki dan 580.775 Perempuan. Pertambahan penduduk Kabupaten Sleman dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk baik masuk maupun keluar wilayah. Tersedianya fasilitas-fasilitas pendidikan telah menarik minat calon mahasiswa yang berasal dari wilayah-wilayah lain di Indonesia untuk menuntut ilmu di wilayah Kabupaten Sleman. Di samping itu Kabupaten Sleman merupakan wilayah penyangga bagi perkembangan kota Yogyakarta, sehingga setiap tahunnya terjadi peningkatan migrasi masuk untuk tinggal dan berusaha di wilayah Kabupaten Sleman.

C.   MAKNA LAMBANG DAERAH KABUPATEN SLEMAN

                                            

  1. Bentuk segi empat lambang prasaja dan kekuasaan
  2. Dasar :
    1. Pancasila
    2. Kekayaan alam
    3. Kebudayaan
  3. Warna :
    1. Kuning                          : Keluhuran
    2. Kuning keemasan     : Keemasan dan Kejayaan
    3. Merah                            : Keberanian
    4. Putih                               : Kesucian
    5. Biru tua                          : kesetiaan
    6. Hijau                               : Kemakmuran
    7. Biru muda                     : Cita-cita
    8. Hitam                              : Keabadian
  4. Makna lukisan
    1. Bintang sudut lima dengan warna kuning emas, merupakan lambang Ketuhanan Yang Maha Esa seperti dimaksudkan dalam Pancasila
    2. Perisai bentuk segi lima lambang persatuan dan kesatuan untuk menyempurnakan masyarakat
    3. Gunung Merapi melambangkan kemegahan daerah Kabupaten Sleman dan berdiri tegak untuk mewujudkan masyarakat yang berkeadilan sosial dengan  berdasarkan Pancasila
    4. Candi Prambanan melambangkan tingginya kebudayaan daerah Kabupaten Sleman yang mengandung arti gotong royong menuju kejayaan
    5. Sinar dengan jari masing-masing lima menggambarkan kecermerlangan daerah Kabupaten Sleman sepanjang masa
    6. Tiga gelombang menggambarkan tiga sungai yang melambangkan kemakmuran dalam mempertinggi pangan dan sandang di daerah Kabupaten Sleman, Kali Krasak mengalir di sebelah Barat Laut Kabupaten Sleman, Kali Kuning mengalir di tengah Kabupaten Sleman, Kali opak mengalir di sebelah timur Kabupaten Sleman.
    7. Lukisan batang padi dan kapas disamping melambangkan pangan dan sandang juga melukiskan tanggal dan tahun pindahnya Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman dari Ibukota darurat di Ambarukmo ke Ibukota Beran. Empat buah kapas  melambangkan tanggal empat, tujuh buah bulir padi melambangkan bulan tujuh, enam daun kapas dan empat lembar daun padi melambangkan tahun 64 dengan suryo sengkolo ; catur roso trus manunggal (1964).
    8. Semua yang berbentuk dan berbilangan lima melambangkan pancasila.
  5. Kata-kata Sleman di tulis diatas warna kuning emas yang melambangkan keagungan/ keemasan bagi daerah Kabupaten Sleman

D.   SLOGAN PEMBANGUNAN, FLORA DAN FAUNA

Slogan Pembangunan Kabupaten Sleman : SLEMAN SEMBADA. Yang mempunyai maksud dan tujuan : Kata SEMBADA memiliki makna utuh sebagai sikap dan perilaku rela berkorban dan bertanggung jawab untuk menjawab dan mengatasi segala masalah, tantangan baik yang datang dari luar maupun dalam untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan kata lain SEMBADA merupakan sikap yang SEMBODO (Bahasa Jawa) yang merupakan kepribadian yang pantang menyerah, tabu berkeluh kesah, menepati janji, taat azas dan bulat tekatnya. Secara harafiah Slogan “SLEMAN SEMBADA” diartikan sebagai kondisi : SLEMAN : Sejahtera, Lestari dan Mandiri.

          S            : Sehat

          E           : Elok dan Edi

          M          : Makmur dan Merata

          B           : Bersih dan Berbudaya

          A           : Aman dan Adil

          D           : Damai dan Dinamis

          A           : Agamis

 

Flora Identitas Kabupaten Sleman Salak Pondoh

Tanaman ini dipilih menjadi flora identitas Kabupaten Sleman karena merupakan jenis  tanaman salak khas di wilayah Sleman dan telah menjadi kebanggaan masyarakat Sleman.Asal mula salak pondoh dari Partodirejo seorang jogoboyo Desa Kepanewon, Tempel, pada tahun 1917 menerima kenang – kenangan empat butir biji salak dari seorang warga negara Belanda yang akan kembali ke negerinya karena masa tugasnya telah berakhir. Biji salak yang kemudian ditanam dan dibudidayakan dengan baik ternyata menghasilkan buah yang manis dan tidak sepet, tidak seperti buah salak yang selama itu dikenalnya.

Kemudian sekitar tahun 1948an salak tersebut dikembangkan oleh Muhadiwinarto (anak Partodiredjo) warga Sokobinangun, Merdikorejo, Tempel, Kabupaten Sleman. Karena kelebihan rasa tersebut sehingga mudah sekali berkembangnya bahkan sampai saat ini salak pondoh sangat diminati oleh masyarakat di luar Sleman.

 

Fauna Identitas : BURUNG PUNGLOR

Di wilayah Kabupaten Sleman, burung yang bersuara merdu ini berhabitat di kebun salak Pondoh. Dengan makanan utamanya cacing tanah dan kumbang (uret). Punglor merupakan predator bagi hama tanaman salak pondoh. Sekalipun saat ini populasinya semakin langka, burung ini ditetapkan sebagai satwa identitas daerah Sleman sebagai kiat untuk membangun rasa memiliki warga masyarakat sehingga masyarakat akan ikut serta melestarikannya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*