Bupati Sleman menyerahkan nota pengantar RAPBD kabupaten Sleman Tahun 2013

Dalam penyusunaN Rencana Anggaran, Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sleman tahun 2013 ini kami menganut prinsip optimalisasi dalam mengalokasikan dana. Caatatan yag perlu di garis bawahi adalah bahwa rencana defisit anggaran sebesar 4,95 % masih berada dibawah ketentuan peraturan Menteri Keuangan nomor 137/PMK/07/2012 dengan batas maksimal defisit APBD sebesar 6 %. Secara kumulatif, prosentase defisit anggaran terebut telah mencapai Rp. 71,44 milyar. Jumlah inilah yang perlu disikapi dengan sangat hati-hati.  Hal ini disampaikan oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, M.Si dalam menyampaikan Nota pengantar RAPBD Kabupaten Sleman 2013 dalam rapat paripurna DPRD Sleman di Ruang Paripurna  9 Oktober 2012.

Selanjutnya Sri Purnomo menambahkan bahwa masih berharap adanya kenaikan DAU  Kabupaten Sleman tahun 2013.  Nota keuangan RAPBD 2013 ini masih berasumsi pada DAU 2012 sebesar 795,70 milyar. Untuk DAK kita masih menunggu keputusan menteri keuangan (PMK). Sementara ini, di dalam RAPBD 2013 telah disiapkan 15 % dana pendamping dan biaya umum dari jumlah DAK 2012.

Dalam rapat paripurna yang di pimpin Ketua DPRD Sleman H. Koeswanto, SIP didampingi wakil Ketua dan di hadiri anggota DPRD, Wakil Bupati Sleman Yuni Setya Rahayu, ss. M.Hum dan pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Sleman  tersebut Sri Purnomo  mengatakan sisi lain yang perlu di pertimbangkan adalah kebijakan alokasi dana desa (ADD) sebagaimana diamanatkan Peraturan pemerintah nomor 72 tahun 2005 tentang desa. Sesuai amanat regulasi tersebut jumlah ADD adalah sebesar 10 % dari jumlah DAU di kurang belanja pegawai.

Dalam perkembangannya dirasakan bahwa secara bertahap pembangunan daerah mengandalkan sumber pendapatan dari PAD. Sementara kontribusi PAD terhadap total penerimaan baru mencapai 20,60 % Hal ini merupakan persoalan kita semua. Disatu sisi perlu di upayakan peningkatan kemandirian daerah dengan meningkatkan PAD, pada sisi lain perlu dicari celah-celah yang tidak memberatkan masyarakat.

Beberapa hal pokok dalam RAPBD tahun 2013 ini adalah sebagai berikut

  • Pendapatan Rp. 1.444,17 milyar terdiri atas pendapatan asli daerah Rp. 298,41 M, Dana perimbangan Rp. 845,13 M dan lain-lain pendapatan yang sah Rp. 300,63 M
  • Belanja  Rp. 1.515,61 M terdiri atas Belanja langsung Rp. 1.082,00 M dan belanja tidak langsung Rp. 433,61 M

Devisit  Rp. 71,44 M

Setiap usulan akan dikaji secara komprehensip dengan bingkai keselarasan terhadap prioritas pembangunan tahun 2013 yaitu :

  1. Pengelolaan bencana dan percepatan pemulihan pasca bencana
  2. Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran
  3. Menjaga stabilitas ketahanan pangan
  4. Menjaga kwalitas kesehatan dan pendidikan
  5. Peningkatan ekonomi masyarakat yang berbasis potensi lokal
  6. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik untuk peningkatan kualitas pelayanan publik.
  7. Menjaga kualitas sarana prasarana publik, sumberdaya alam dan lingkungan hidup,
  8. Menjaga stabiitas keamanan , ketertiban dan peningkatan peran perempuan dalam pembangunan dan perlindungan anak.

Selanjutnya nota pengantar tersebut akan di tanggapi oleh DPRD Kabupaten Sleman dalam rapat paripurna dengan Agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi yang akan diagendakan  19 oktober 2012 di tempat yang sama.